SQI

 Visi

Terwujudnya Sekolah Al-Qur’an Internasional (SQI) jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas guna melulusan generasi pembelajar yang terampil membaca dan memahami Al-Qur’an dengan pendekatan linguistik berbasis data.

Misi

1. Menyelenggarakan pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Yusro untuk membentuk generasi pembelajar yang terampil membaca dan memahami Al-Qur’an dengan benar.

2. Mengembangkan kemampuan pembelajar dalam membaca kitab dengan Metode Yusro sebagai jembatan untuk memahami kitab turāṡ dan literasi keilmuan Islam modern.

3. Menguatkan penguasaan nahwu, ṣaraf, dan mufradat Al-Qur’an berbasis data untuk membangun pemahaman yang analitis terhadap teks Al-Qur’an.

4. Menumbuhkan kedekatan intelektual, spiritual, dan emosional pembelajar saat membaca Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

5. Membangun kurikulum Al-Qur’an berbasis riset yang adaptif, mengglobal, dan relevan dengan kebutuhan pembelajar lintas budaya, dan latar belakang bahasa.

Tujuan

1. Membekali pembelajar dengan keterampilan membaca dan memahami Al-Qur’an secara praktis dan efektif tanpa ketergantungan pada teori yang kompleks.

2. Mengembangkan kemampuan pembelajar dalam memahami kitab turāṡ sebagai fondasi literasi keilmuan Islam modern.

3. Meningkatkan pembelajar untuk menguasai nahwu, ṣaraf, dan mufradat Al-Qur’an secara sistematis.

4. Meluluskan generasi pembelajar yang mampu membaca, memahami, dan menjelaskan Al-Qur’an secara ilmiah dan logis sesuai dengan kaidah bahasa Arab.

5. Menyusun kurikulum Al-Qur’an bertaraf internasional berbahasa Indonesia, Inggris, dan Arab yang terukur, terstruktur, dan mudah diadaptasi dalam konteks pendidikan.

Kerjasama Strategis

Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memiliki beragam dimensi. Kondisi ini menuntut kehadiran institusi pendidikan Al-Qur’an berskala internasional yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, SQI dirancang sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan dakwah yang berlandaskan pada empat fondasi sebagai berikut.

1. Keterampilan membaca Al-Qur’an,

2. Literasi kitab berbahasa Arab,

3. Pemahaman struktur ayat Al-Qur’an,

4. Analisis bahasa Al-Qur’an berbasis data.

Peran Ilmuwan

Para ilmuwan di bidang ulumul Qur’an, linguistik Arab, pendidikan, dan bidang keilmuan lain memiliki peran fundamental dalam merumuskan epistemologis SQI sebagai berikut.

1. Menyusun landasan keilmuan kurikulum SQI yang sahih, otoritatif, dan terhubung dengan kitab turāṡ dan teks keIslaman modern.

2. Mengintegrasikan ulumul Qur’an dengan pendekatan pedagogis yang aplikatif.

3. Mengembangkan model pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis, berjenjang, dan terukur tanpa menghilangkan ruh tradisi keilmuan Islam.

Peran Peneliti

Para peneliti memiliki posisi strategis dalam memastikan SQI berdiri di atas basis riset yang kuat dan berkelanjutan sebagai berikut.

1. Mengkaji efektivitas Metode Yusro dalam pembelajaran Al-Qur’an lintas budaya dan bahasa.

2. Mengembangkan database linguistik Al-Qur’an yang mencakup nahwu, ṣaraf, mufradat, dan pola sintaksis ayat.

3. Menyusun kurikulum berbasis evidence-based education, sehingga setiap mata pelajaran dan capaian pembelajaran dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kontribusi Pengusaha

Para pengusaha dan pelaku industri memiliki peran penting dalam menjamin keberlanjutan SQI sebagai berikut.

1. Pengembangan platform digital pembelajaran Al-Qur’an yang modern, inklusif, dan mudah diakses secara global.

2. Pembangunan ekosistem pendidikan yang profesional, mandiri, dan berdaya saing internasional.

3. Mendukung lahirnya produk-produk edukasi Al-Qur’an digital dan data Qur’anic tools.

Kurikulum Berbasis Ulumul Qur’an

Sebagai tindak lanjut dari visi dan kolaborasi tersebut, SQI diarahkan untuk mengembangkan kurikulum komprehensif yang mencakup cabang-cabang Ulumul Qur’an sebagai berikut:

1. Ilmu qirā’āt dan tahsīn.

2. Ilmu fonetik Al-Qur’an dan tajwid praktis.

3. Nahwu, ṣaraf, dan mufradat Al-Qur’an.

4. Ilmu tafsir dan metodologinya.

5. Ulumul Qur’an klasik dan kontemporer.

6. Studi Al-Qur’an berbasis data dan teknologi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pondok Pesantren Digital

Kewajiban Terhadap Al-Quran

Larangan Mengganggu orang yang sedang Sholat