Menuntut Ilmu,
Tanpa Batas Ruang.
Pesantren Online Al-Qalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur'an, Bahasa Arab, dan ilmu Islam secara terstruktur melalui kelas online.
Program Pembelajaran
Pilih program sesuai kebutuhan belajar Anda.
Tahsin Al-Qur'an
Belajar membaca Al-Qur'an dengan benar, bertahap dari dasar hingga lebih lancar.
Lihat Kelas →Bahasa Arab Dasar
Belajar kosakata, percakapan, membaca teks Arab, serta pengantar nahwu dan sharaf.
Lihat Kelas →Tafsir & Tadabbur
Mengenal makna dan kandungan ayat Al-Qur'an dengan pembelajaran yang sistematis.
Lihat Kelas →Tahfidz Online
Program hafalan dan murojaah dengan pendampingan serta jadwal setoran yang teratur.
Lihat Kelas →Kajian Islam
Kajian tematik tentang akidah, ibadah, akhlak, sirah, dan wawasan keislaman.
Lihat Kelas →Nahwu & Sharaf
Mempelajari struktur bahasa Arab agar lebih mudah memahami teks dan Al-Qur'an.
Lihat Kelas →Metode Belajar
Pembelajaran dirancang agar bisa diikuti melalui HP maupun komputer.
Materi
Video, PDF, audio dan artikel pembelajaran.
Kelas Live
Pertemuan bersama pengajar melalui Google Meet/Zoom.
Tugas & Ujian
Latihan, tugas, evaluasi dan ujian berkala.
Sertifikat
Sertifikat digital bagi peserta yang memenuhi ketentuan.
Contoh Jadwal
Jadwal dapat Anda ubah sesuai program pesantren.
| Hari | Waktu | Program | Media |
|---|---|---|---|
| Selasa | 19.30 WIB | Bahasa Arab Dasar | Google Meet |
| Kamis | 19.30 WIB | Tahsin Al-Qur'an | Google Meet |
| Sabtu | 20.00 WIB | Tafsir & Tadabbur | Zoom |
| Minggu | 09.00 WIB | Tahfidz & Murojaah | Online |
Tentang Al-Qalam
Ruang belajar Islam yang terbuka untuk siapa saja yang ingin terus belajar.
Visi
Membangun pembelajaran Islam berbasis teknologi yang mudah diakses, terarah, dan berkelanjutan.
Misi
Menyediakan materi berkualitas, kelas interaktif, pendampingan santri, serta lingkungan belajar yang positif.
Siap Menjadi Santri Al-Qalam?
Silakan lakukan pendaftaran melalui formulir online. Setelah mendaftar, calon santri dapat diarahkan ke WhatsApp/grup kelas.
📝 FORMULIR PENDAFTARANGanti link formulir di atas dengan URL Google Form pendaftaran Anda.
Artikel & Materi Terbaru
Selasa, 24 Maret 2020
Ujian, Musibah, dan Azab
Sabtu, 14 Maret 2020
Sejarah Awal mula Qunut
Kemudian dia berkata: “Wahai Rasu-lullah, seandainya engkau mengutus shaha-bat-shahabatmu kepada penduduk Najd untuk mengajak mereka kepada Islam, aku berharap mereka akan menyambutnya.”
Beliau n berkata: “Aku meng-khawatirkan perlakuan penduduk Najd atas mereka.” Tapi kata Abu Barra`: “Aku yang menjamin mereka.”
Kemudian Rasulullah n mengutus 70 orang shahabat ahli baca Al-Qur`an, termasuk pemuka kaum muslimin pilihan. Mereka tiba di sebuah tempat bernama Bi`r Ma’unah, sebuah daerah yang terletak antara wilayah Bani ‘Amir dan kampung Bani Sulaim. Setibanya di sana, mereka mengutus Haram bin Milhan, saudara Ummu Sulaim bintu Milhan, membawa surat Rasulullah n kepada ‘Amir bin Thufail. Namun ‘Amir bin Thufail tidak menghiraukan surat itu, bahkan memberi isyarat agar seseorang membunuh Haram. Ketika orang itu menikamkan tombaknya dan Haram melihat darah, dia berkata: “Demi Rabb Ka’bah, aku beruntung.”
Kemudian ‘Amir bin Thufail menghasut orang-orang Bani ‘Amir agar memerangi rombongan shahabat lainnya, namun mereka menolak karena adanya perlindung-an Abu Barra`. Diapun menghasut Bani Sulaim dan ajakan ini disambut oleh ‘Ushaiyyah, Ri’l, dan Dzakwan. Merekapun datang mengepung para shahabat Rasu-lullah n lalu membunuh mereka kecuali Ka’b bin Zaid bin An-Najjar yang ketika itu terluka dan terbaring bersama jenazah lainnya. Dia hidup hingga terjadinya peristiwa Khandaq.
Ibnu Hajar t dalam Fathul Bari juga memaparkan kisah yang disebutkan Al-Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, antara lain beliau mengatakan:
“Bahwasanya ada perjanjian antara kaum musyrikin dengan Rasulullah n. Mereka adalah kelompok yang tidak ikut memerangi beliau. Diceritakan oleh Ibnu Ishaq dari para gurunya, demikian pula oleh Musa bin ‘Uqbah dari Ibnu Syihab, bahwa yang mengadakan perjanjian dengan beliau adalah Bani ‘Amir yang dipimpin oleh Abu Barra` ‘Amir bin Malik bin Ja’far si Pemain Tombak. Sedangkan kelompok lain adalah Bani Sulaim. Dan ‘Amir bin Thufail ingin mengkhianati perjanjian dengan para shahabat Rasulullah n. Diapun menghasut Bani ‘Amir agar memerangi para shahabat, namun Bani ‘Amir menolak, kata mereka: “Kami tidak akan melanggar jaminan yang diberikan Abu Barra`.” Kemudian dia menghasut ‘Ushaiyyah dan Dzakwan dari Bani Sulaim dan mereka mengikutinya membunuh para shahabat…” demikian secara ringkas.
Akhirnya Rasulullah n melakukan qunut selama sebulan mendoakan kejelekan terhadap orang-orang yang membunuh para qurra` shahabat-shahabat beliau di Bi`r Ma’unah. Belum pernah para shahabat melihat Rasulullah n begitu berduka dibandingkan ketika mendengar berita ini.
Al-Imam Al-Bukhari menceritakan dari Anas bin Malik z:
Ibnu Jarir meriwayatkan pula dalam Tarikh-nya, sebagaimana dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad (3/247), bahwa pada saat pembantaian tersebut, ‘Amr bin Umayyah Adh-Dhamari dan Al-Mundzir bin ‘Uqbah bin ‘Amir tinggal di pekarangan kaum muslimin. Mereka tidak mengetahui adanya peristiwa pembantaian itu melainkan karena adanya burung-burung yang mengitari tempat kejadian tersebut. Akhirnya mereka melihat kenyataan yang memilukan tersebut.
Mereka berembug apa yang mesti dilakukan. ‘Amr bin Umayyah berpendapat sebaiknya mereka kembali untuk mencerita-kan kejadian pahit ini kepada Rasulullah n. Namun Al-Mundzir menolak dan lebih suka turun menyerang kaum musyrikin. Diapun turun dan menyerang hingga terbunuh pula. Akhirnya ‘Amr tertawan, namun ketika dia menyebutkan bahwa dia berasal dari kabilah Mudhar, ‘Amir memotong ubun-ubunnya dan membebaskannya.
‘Amr bin Umayyah pun pulang ke Madinah. Setibanya di Al-Qarqarah sebuah wilayah dekat Al-Arhadhiyah, sekitar 8 pos dari Madinah dia berhenti berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian datanglah dua laki-laki Bani Kilab dan turut berteduh di tempat itu juga. Ketika keduanya tertidur, ‘Amr menyergap mereka dan dia ber-anggapan bahwa ia telah membalaskan dendam para shahabatnya. Ternyata kedua-nya mempunyai ikatan perjanjian dengan Rasulullah n yang tidak disadarinya. Setelah tiba di Madinah, dia ceritakan semuanya kepada Rasulullah n dan beliau pun berkata:
Inilah antara lain yang juga menjadi penyebab terjadinya perang Bani An-Nadhir yang akan dikisahkan pada edisi mendatang, Insya Allah.
Dari kisah ini, ulama menyimpulkan bahwa qunut yang dilakukan oleh Rasulullah n hanyalah qunut nazilah. Dan itupun beliau lakukan selama satu bulan, mendoa-kan kejelekan terhadap Bani Lihyan, ‘Ushaiyyah dan lain-lain. Bukan terus-menerus sebagaimana dilakukan sebagian kaum muslimin hari ini.
Ini diriwayatkan juga oleh Al-Imam Ahmad dan lainnya dari hadits Anas bin Malik z:
Demikian pula yang disimpulkan oleh Ibnul Qayyim dalam pembahasan masalah qunut ini, lihat kitab Zaadul Ma’ad (1/273-285).
Terakhir, beliau mengatakan bahwa yang diriwayatkan dari shahabat tentang qunut ini ada dua, yaitu:
a. Qunut ketika ada musibah atau bencana yang menimpa (nazilah) seperti qunut yang dilakukan Ash-Shiddiq z ketika para shahabat memerangi Musaila-mah Al-Kadzdzab dan ahli kitab. Juga qunut yang dilakukan ‘Umar dan ‘Ali ketika menghadapi pasukan Mu’awiyah dan penduduk Syam.
b. Qunut yang mutlak, yang dimaksud adalah memanjangkan rukun shalat (seperti berdiri, sujud, dan lainnya) untuk berdoa dan memuji Allah I. Wallahu a’lam.
Tentang Qunut pada Sholat Subuh
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/29021-hadits-lemah-rasulullah-qunut-shubuh-hingga-meninggal-dunia.html
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Hadits lain yang dikatakan sebagai ‘syahid’ (penguat) ialah hadits:
[Periksa: Mizaanul I’tidal (II/30-31).]
[Lihat Talkhisul Habir ma’asy Syarhil Muhadzdzab (III/418).]
Riwayat dari Anas yang membantah adanya qunut Shubuh terus-menerus:
Derajat hadits ini tidak sampai kepada shahih, karena dalam sanadnya ada Qais bin Rabi’, ia dilemahkan oleh Ibnu Ma’in dan ulama lainnya mengatakan ia tsiqah. Qais ini lebih tsiqah dari Abu Ja’far semestinya orang lebih con-dong memakai riwayat Qais ketimbang riwayat Abu Ja’far, dan lagi pula riwayat Qais ada penguatnya dari hadits-hadits yang sah dari Anas sendiri dan dari para Shahabat yang lainnya.
[Hadits ini telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuza-imah dalam kitab Shahih-nya no. 620]
________
Footnote
[1]. Di dalam kitab Sunanul Kubra II/202
[2]. Lihat di dalam kitab Sunanul Kubra II/201-202
[3]. Nama lengkap beliau adalah : Ahmad bin Ali bin Muhammad Al-Kannani Al-Asqalani Abul Fadhl, dan beliau terkenal sebagai ulama dari kalangan madzhab Imam As-Syafi’i, lihat biografi lengkapnya di kitab Al-Jawaahir wad Durar Fii Tarjamati Syaikhil Islam Ibni Hajar oleh Syaikh As-Syakhawi dan kitab-kitab yang lainnya.
[4]. Lihat juga di kitab Bulughul Maram no. 289, karya Al-Hafidzh
Read more https://almanhaj.or.id/1406-qunut-shubuh-terus-menerus-adalah-bidah.html
Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/529-qunut-shubuh-dalam-pandangan-empat-madz-hab-2.html
Bid'ah
Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. Sebelumnya Allah berfirman.
Bid’ah Dalam Ad-Dien (Islam) Ada Dua Macam :
1. Bid’ah qauliyah ‘itiqadiyah : Bid’ah perkataan yang keluar dari keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Mu’tazilah, dan Rafidhah serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yang sesat sekaligus keyakinan-keyakinan mereka.
Segala bentuk bid’ah dalam Ad-Dien hukumnya adalah haram dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Orang yang membagi bid’ah menjadi bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah syayyiah (jelek) adalah salah dan menyelesihi sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya setiap bentuk bid’ah adalah sesat“.
Read more https://almanhaj.or.id/439-pengertian-bidah-macam-macam-bidah-dan-hukum-hukumnya.html
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Hadits dari Hudzaifah Ibnul Yaman, ia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/11456-hadits-hadits-tentang-bidah.html
Total Tayangan Halaman
Cari Blog Ini
Arsip Blog
- Oktober 2023 (2)
- Juni 2023 (1)
- Maret 2023 (1)
- Januari 2023 (1)
- Desember 2022 (1)
- Oktober 2022 (2)
- September 2022 (1)
- Agustus 2022 (1)
- Juni 2022 (1)
- April 2022 (1)
- Maret 2022 (1)
- Desember 2021 (5)
- November 2021 (6)
- Oktober 2021 (3)
- September 2021 (5)
- Agustus 2021 (6)
- Juli 2021 (6)
- Juni 2021 (12)
- Mei 2021 (16)
- April 2021 (25)
- Maret 2021 (12)
- Februari 2021 (1)
- Oktober 2020 (3)
- September 2020 (1)
- Agustus 2020 (4)
- Juli 2020 (2)
- April 2020 (17)
- Maret 2020 (7)
- Januari 2020 (4)
- Desember 2019 (10)




