🕌 Pesantren Online Al-Qalam Belajar Al-Qur'an • Bahasa Arab • Ilmu Islam
🌿 Belajar Islam dari Mana Saja

Menuntut Ilmu,
Tanpa Batas Ruang.

Pesantren Online Al-Qalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur'an, Bahasa Arab, dan ilmu Islam secara terstruktur melalui kelas online.

Program Pembelajaran

Pilih program sesuai kebutuhan belajar Anda.

📖

Tahsin Al-Qur'an

Belajar membaca Al-Qur'an dengan benar, bertahap dari dasar hingga lebih lancar.

Lihat Kelas →
🗣️

Bahasa Arab Dasar

Belajar kosakata, percakapan, membaca teks Arab, serta pengantar nahwu dan sharaf.

Lihat Kelas →
📚

Tafsir & Tadabbur

Mengenal makna dan kandungan ayat Al-Qur'an dengan pembelajaran yang sistematis.

Lihat Kelas →
🤲

Tahfidz Online

Program hafalan dan murojaah dengan pendampingan serta jadwal setoran yang teratur.

Lihat Kelas →
🕌

Kajian Islam

Kajian tematik tentang akidah, ibadah, akhlak, sirah, dan wawasan keislaman.

Lihat Kelas →
🔤

Nahwu & Sharaf

Mempelajari struktur bahasa Arab agar lebih mudah memahami teks dan Al-Qur'an.

Lihat Kelas →

Metode Belajar

Pembelajaran dirancang agar bisa diikuti melalui HP maupun komputer.

1

Materi

Video, PDF, audio dan artikel pembelajaran.

2

Kelas Live

Pertemuan bersama pengajar melalui Google Meet/Zoom.

3

Tugas & Ujian

Latihan, tugas, evaluasi dan ujian berkala.

4

Sertifikat

Sertifikat digital bagi peserta yang memenuhi ketentuan.

Contoh Jadwal

Jadwal dapat Anda ubah sesuai program pesantren.

HariWaktuProgramMedia
Selasa19.30 WIBBahasa Arab DasarGoogle Meet
Kamis19.30 WIBTahsin Al-Qur'anGoogle Meet
Sabtu20.00 WIBTafsir & TadabburZoom
Minggu09.00 WIBTahfidz & MurojaahOnline

Tentang Al-Qalam

Ruang belajar Islam yang terbuka untuk siapa saja yang ingin terus belajar.

Visi

Membangun pembelajaran Islam berbasis teknologi yang mudah diakses, terarah, dan berkelanjutan.

Misi

Menyediakan materi berkualitas, kelas interaktif, pendampingan santri, serta lingkungan belajar yang positif.

🎓

Siap Menjadi Santri Al-Qalam?

Silakan lakukan pendaftaran melalui formulir online. Setelah mendaftar, calon santri dapat diarahkan ke WhatsApp/grup kelas.

📝 FORMULIR PENDAFTARAN

Ganti link formulir di atas dengan URL Google Form pendaftaran Anda.

Artikel & Materi Terbaru

Putra Putri Nabi Muhammad SAW


Nabi Muhammad memiliki 7 orang anak; 3 laki-laki dan 4 perempuan. Seluruh anak Nabi, baik laki-laki maupun perempuan, berasal dari hasil pernikahannya dengan Sayyidah Khadijah, kecuali Ibrahim yang dilahirkan oleh Sayyidah Mariyah al-Qibthiyah. Dijelaskan Ibnu Hazm dan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari, berikut penjelasan singkat mengenai putra-putri Nabi:

Pertama, Sayyidina al-Qasim. Dia lahir sebelum beliau diangkat menjadi Nabi. Karena Qasim adalah anak tertua, maka Nabi diberi julukan Abu Qasim. Dia hanya hidup selama beberapa hari saja.  

Kedua, Sayyidah Zainab. Dia adalah putri tertua Nabi yang lahir pada tahun ke-30 dari kelahiran Nabi Muhammad. Dia menikah dengan Abu al-Ash bin ar-Rabi. Dari pernikahannya itu lahir seorang anak laki-laki yang diberi nama Ali (meninggal saat usia remaja) dan Umamah—yang nanti dinikahi Sayyidina Ali bin Abi Thalib setelah Sayyidah Fathimah wafat. Zainab wafat pada 8 H. 

Ketiga, Sayyidah Ruqayyah. Dia lahir pada tahun ke-33 dari kelahiran Nabi Muhammad. Ruqayyah dinikahi oleh Ustman bin Affan. Dia tidak memiliki suami lagi selain Utsman. Dari Utsman, dia memiliki seorang anak bernama Abdullah—yang meninggal di usia empat tahun. Tercatat, dia ikut hijrah sebanyak dua kali. Ruqayyah wafat ketika ketika Nabi berada di dalam Perang Badar—riwayat lain tiga hari setelah Perang Badar.

Keempat, Sayyidah Ummu Kultsum. Dia dinikahi oleh Utbah bin Abu Lahab, namun kemudian diceraikan sebelum disentuhnya. Ia kemudian dinikahi Utsman bin Affan pada tahun 3 H, yang sebelumnya ditinggal wafat istrinya, Ruqayyah—yang notabennya kakak Ummu Kultsum sendiri. Ummu Kultsum tidak memiliki keturunan dan wafat pada tahun 9 H.  

Kelima, Sayyidah Fathimah az-Zahra. Ia dilahirkan lima tahun sebelum Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama. Dia menikah dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib pada tahun 2 H. Dengan Ali, Fathimah memiliki beberapa anak; Hasan, Husein, Zainab, Ummu Kultsum, dan Muhassin—yang meninggal saat masih kecil. Fathimah adalah orang yang paling dicintai Nabi. Dia wafat enam bulan setelah Nabi wafat. 

Keenam, Sayyidina Abdullah. Dia lahir setelah ayahnya diangkat menjadi Nabi. Ia lahir di Makkah dan wafat saat usianya masih kecil. Diriwayatkan kalau Abdullah juga disebut dengan nama at-Thayyib dan ath-Thahir karena lahir pada masa kenabian. 

Ketujuh, Sayyidina Ibrahim. Berbeda dengan anak-anak Nabi sebelumnya yang lahir dari Rahim Sayyidah Khadijah, Ibrahim lahir dari Mariyah al-Qibthiyah. Dia lahir di Madinah pada bulan Dzul Hijjah tahun 8 H. Ia wafat di Madinah ketika usianya baru 17 atau 18 bulan—tahun 10 H—dan dimakamkan di kuburan Baqi’.   Demikian tulisan Biografi Nabi Muhammad kali ini, yang menjelaskan tentang istri-istri dan putra-putri Nabi Muhammad.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontak Tlp. / WhatsApp :

08515 844 8453
(( Menu Halaman )) - (( Qur'an )) (( Hadits ))