🕌 Pesantren Online Al-Qalam Belajar Al-Qur'an • Bahasa Arab • Ilmu Islam
🌿 Belajar Islam dari Mana Saja

Menuntut Ilmu,
Tanpa Batas Ruang.

Pesantren Online Al-Qalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur'an, Bahasa Arab, dan ilmu Islam secara terstruktur melalui kelas online.

Program Pembelajaran

Pilih program sesuai kebutuhan belajar Anda.

📖

Tahsin Al-Qur'an

Belajar membaca Al-Qur'an dengan benar, bertahap dari dasar hingga lebih lancar.

Lihat Kelas →
🗣️

Bahasa Arab Dasar

Belajar kosakata, percakapan, membaca teks Arab, serta pengantar nahwu dan sharaf.

Lihat Kelas →
📚

Tafsir & Tadabbur

Mengenal makna dan kandungan ayat Al-Qur'an dengan pembelajaran yang sistematis.

Lihat Kelas →
🤲

Tahfidz Online

Program hafalan dan murojaah dengan pendampingan serta jadwal setoran yang teratur.

Lihat Kelas →
🕌

Kajian Islam

Kajian tematik tentang akidah, ibadah, akhlak, sirah, dan wawasan keislaman.

Lihat Kelas →
🔤

Nahwu & Sharaf

Mempelajari struktur bahasa Arab agar lebih mudah memahami teks dan Al-Qur'an.

Lihat Kelas →

Metode Belajar

Pembelajaran dirancang agar bisa diikuti melalui HP maupun komputer.

1

Materi

Video, PDF, audio dan artikel pembelajaran.

2

Kelas Live

Pertemuan bersama pengajar melalui Google Meet/Zoom.

3

Tugas & Ujian

Latihan, tugas, evaluasi dan ujian berkala.

4

Sertifikat

Sertifikat digital bagi peserta yang memenuhi ketentuan.

Contoh Jadwal

Jadwal dapat Anda ubah sesuai program pesantren.

HariWaktuProgramMedia
Selasa19.30 WIBBahasa Arab DasarGoogle Meet
Kamis19.30 WIBTahsin Al-Qur'anGoogle Meet
Sabtu20.00 WIBTafsir & TadabburZoom
Minggu09.00 WIBTahfidz & MurojaahOnline

Tentang Al-Qalam

Ruang belajar Islam yang terbuka untuk siapa saja yang ingin terus belajar.

Visi

Membangun pembelajaran Islam berbasis teknologi yang mudah diakses, terarah, dan berkelanjutan.

Misi

Menyediakan materi berkualitas, kelas interaktif, pendampingan santri, serta lingkungan belajar yang positif.

🎓

Siap Menjadi Santri Al-Qalam?

Silakan lakukan pendaftaran melalui formulir online. Setelah mendaftar, calon santri dapat diarahkan ke WhatsApp/grup kelas.

📝 FORMULIR PENDAFTARAN

Ganti link formulir di atas dengan URL Google Form pendaftaran Anda.

Artikel & Materi Terbaru

Kamis, 20 Oktober 2022

Ringkasan isi Hadits Arbain

 


HADITS KE-1 : AMAL ITU TERGANTUNG NIATNYA

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Selengkapnya…

HADITS KE-2 : IMAN, ISLAM, DAN IHSAN

Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu ‘anh, dia berkata: ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya Selengkapnya…

HADITS KE-3 : RUKUN ISLAM

Dari Abu Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab radhiallahu ‘anhuma berkata : saya mendengar Rasulullah bersabda: “Islam didirikan diatas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar Selengkapnya…

HADITS KE-4 : TAKDIR MANUSIA TELAH DITETAPKAN

Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anh, dia berkata: bahwa Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian Selengkapnya…

HADITS KE-5 : SEMUA PERBUATAN BID’AH TERTOLAK

Dari Ummul mukminin, Ummu ‘Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”. Selengkapnya…    

HADITS KE-6 : DALIL YANG HALAL DAN YANG HALAM TELAH JELAS

Dari Abu ‘Abdillah An-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma berkata,”Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan Selengkapnya…    

HADITS KE-7 : AGAMA ADALAH NASIHAT

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu ‘anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” [Muslim no. 55] Selengkapnya…   

HADITS KE-8 : PERINTAH MEMERANGI MANUSIA YANG TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT DAN MENGELUARKAN ZAKAT

Dari Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : “Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai ia mengucapkan laa ilaaha illallaah, menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Barangsiapa telah mengucapkannya Selengkapnya…   

HADITS KE-9 : MELAKSANAKAN PERINTAH SESUAI KEMAMPUAN

Dari Abu Hurairah, ‘Abdurrahman bin Shakhr radhiallahu ‘anh, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda : “Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka Selengkapnya…   

HADITS KE-10 : MAKAN DARI RIZKI YANG HALAL

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anh, ia berkata : “Telah bersabda Rasululloh : “ Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa Selengkapnya…    

HADITS KE-11 : TINGGALKAN KERAGU-RAGUAN

Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu ‘anhuma telah berkata : “Aku telah menghafal (sabda) dari Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah Selengkapnya… 

HADITS KE-12 : MENINGGALKAN YANG TIDAK BERMANFAAT

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya” “. [Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976] Selengkapnya…  

HADITS KE-13 : MENCINTAI MILIK ORANG LAIN SEPERTI MENCINTAI MILIKNYA SENDIRI

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radhiyallahu anhu, pelayan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai milik saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintai miliknya sendiri”. [Bukhari no. 13, Muslim no. 45] Selengkapnya…

HADITS KE-14 : LARANGAN BERZINA, MEMBUNUH, DAN MURTAD

Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : ‘Tidak halal darah seorang muslim kecuali Karena salah satu di antara tiga perkara : orang yang telah kawin berzina, jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya yaitu merusak jama’ah’ “. [Bukhari no. 6878, Muslim no. 1676] Selengkapnya…

HADITS KE-15 : BERKATA BAIK ATAU LEBIH BAIK DIAM, SERTA MEMULIAKAN TAMU

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Selengkapnya…

HADITS KE-16 : JANGAN MUDAH MARAH

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya Selengkapnya… 

HADITS KE-17 : BERBUAT BAIK DALAM SEGALA URUSAN

Dari Abu Ya’la, Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beliau telah bersabda : “ Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku baik pada segala hal, maka jika kamu membunuh hendaklah membunuh dengan Selengkapnya… 

HADITS KE-18 : SETELAH MELAKUKAN DOSA, SEGERA LAKUKAN KEBAIKAN

Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu Selengkapnya… 

HADITS KE-19 : WASIAT RASULULLAH KEPADA IBNU ‘ABBAS, MINTA TOLONG DAN BERLINDUNG PADA ALLAH

Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata : Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat Selengkapnya… 

HADITS KE-20 : ANJURAN MEMILIKI RASA MALU

Dari Abu Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Sesungguhnya diantara yang didapat manusia dari kalimat kenabian yang pertama ialah : Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhari) [Bukhari no. 3483] Selengkapnya… 

HADITS KE-21 : ISTIQOMAH

Dari Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdullah radhiyallahu anhu, ia berkata : ” Aku telah berkata : ‘Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakannya kepada seorang pun kecuali kepadamu Selengkapnya… 

HADITS KE-22 : MELAKSANAKAN SYARI’AT ISLAM DENGAN BENAR

Dari Abu ‘Abdullah, Jabir bin ‘Abdullah Al Anshari radhiyallahu anhuma, sungguh ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Bagaimana pendapatmu jika aku melakukan shalat fardhu, puasa pada bulan Ramadhan Selengkapnya… 

HADITS KE-23 : SUCI ITU SEBAGIAN DARI IMAN

Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Suci itu sebagian dari iman, (bacaan) alhamdulillaah memenuhi timbangan, (bacaan) subhaanallaah dan alhamdulillaah Selengkapnya… 

HADITS KE-24 : HARAMNYA BERBUAT ZALIM

Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau meriwayatkan dari Allah ‘azza wa Jalla, sesungguhnya Allah telah berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan (berlaku) zhalim atas Selengkapnya… 

HADITS KE-25 : BERSEDEKAH TIDAK MESTI DENGAN HARTA

Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, ia berkata: Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Wahai Rasulullah, orang-orang Selengkapnya… 

HADITS KE-26 : SEGALA PERBUATAN BAIK ADALAH SEDEKAH

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Setiap anggota badan manusia diwajibkan bershadaqah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua Selengkapnya… 

HADITS KE-27 : MENJAUHI PERBUATAN YANG MERESAHKAN

Dari An Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Kebajikan itu keluhuran akhlaq sedangkan dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya”. (HR. Muslim) Selengkapnya…  

HADITS KE-28 : BERPEGANG TEGUH PADA SUNNAH RASULULLAH DAN KHULAFAUR RASYIDIN (PARA SAHABAT)

Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,”Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat Selengkapnya… 

HADITS KE-29 : SHALAT LAIL MENGHAPUS DOSA

Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Aku berkata : “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab Selengkapnya…  

HADITS KE-30 : LAKSANAKAN PERINTAH AGAMA DAN MENJAUHI LARANGAN AGAMA

Dari Abu Tsa’labah Al Khusyani, jurtsum bin Nasyir radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda : “ Sesungguhnya Allah ta’ala telah mewajibkan beberapa perkara, maka janganlah kamu meninggalkannya Selengkapnya…    

HADITS KE-31 : ANJURAN ZUHUD

Dari Abul ‘Abbas, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang jika aku mengerjakannya Selengkapnya… 

HADITS KE-32 : TIDAK BOLEH BERBUAT KERUSAKAN ATAU BAHAYA

Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudri radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Janganlah engkau membahayakan dan saling merugikan”. Selengkapnya…

HADITS KE-33 : PENUDUH WAJIB MEMBAWA BUKTI, DAN TERTUDUH CUKUP BERSUMPAH

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Sekiranya setiap tuntutan orang dikabulkan begitu saja, niscaya orang-orang akan menuntut darah orang lain atau hartanya. Akan tetapi Selengkapnya… 

HADITS KE-34 : KEWAJIBAN MENGINGKARI/MEMBERANTAS KEMUNGKARAN

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) Selengkapnya… 

HADITS KE-35 : HARAMNYA SIFAT DENGKI (HASAD), DAN MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Kamu sekalian, satu sama lain Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang Selengkapnya… 

HADITS KE-36 : SESAMA MUSLIM WAJIB SALING BANTU

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa Selengkapnya… 

HADITS KE-37 : PAHALA KEBAIKAN DILIPATGANDAKAN OLEH ALLAH

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau meriwayatkan dari Tuhannya, Tabaaraka wa ta’aala. Firman-Nya : “Sesungguhnya Allah telah menetapkan nilai kebaikan dan kejahatan, kemudian Dia menjelaskannya. Selengkapnya… 

HADITS KE-38 : KEUTAMAAN MELAKSANAKAN SUNNAH

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anh, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa Selengkapnya… 

HADITS KE-39 : TIDAK SENGAJA ATAU LUPA DIMAAFKAN

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, sesungguhnya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : ” Sesungguhnya Allah telah mema’afkan kesalahan-kesalahan uamt-Ku yang tidak disengaja, karena lupa dan yang dipaksa Selengkapnya… 

HADITS KE-40 : HIDUP BAGAIKAN SEORANG PENGEMBARA

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memegang pundakku, lalu bersabda : Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma Selengkapnya… 

HADITS KE-41 : MENUNDUKKAN HAWA NAFSU

Dari Abu Muhammad, Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah Selengkapnya… 

HADITS KE-42 : DOSA SELAIN SYIRIK AKAN DIAMPUNI

Dari Anas radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : Allah ta’ala telah berfirman : “Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni Selengkapnya…

Oleh : Abu ‘Abdillah

Sumber : https://ceramahmotivasi.com/2017/10/hadits-arbain-an-nawawi-dengan-syarah-ibnu-daqiqil-ied/

Rabu, 28 September 2022

Shalat wanita di rumah lebih utama daripada di Masjid

 

Manakah yang lebih baik, shalat wanita berjamaah di masjid ataukah shalat sendirian di rumah?

Jawabannya, shalat bagi wanita yang terbaik adalah di rumahnya.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا

“Shalat seorang wanita di kamar khusus untuknya lebih afdhal daripada shalatnya di ruang tengah rumahnya. Shalat wanita di kamar kecilnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama dari shalatnya di kamarnya.” (HR. Abu Daud, no. 570. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat pengertian hadits ini dalam ‘Aun Al-Ma’bud, 2: 225).

Artinya, tempat shalat wanita di dalam rumah semakin tidak terlihat dan jauh dari ikhtilath (campur baur dengan lawan jenis), akan semakin utama.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ

“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah di bagian dalam rumah mereka.” (HR. Ahmad, 6: 297. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya).

Istri dari Abu Humaid As-Sa’idi, yaitu Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya sangat ingin sekali shalat berjamaah bersamamu.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab,

قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ مَعِى وَصَلاَتُكِ فِى بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى حُجْرَتِكِ وَصَلاَتُكِ فِى حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِى دَارِكِ وَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِى

“Aku telah mengetahui hal itu bahwa engkau sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Namun shalatmu di dalam kamar khusus untukmu (bait) lebih utama dari shalat di ruang tengah rumahmu (hujrah). Shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari shalatmu di ruang terdepan rumahmu. Shalatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid kaummu. Shalat di masjid kaummu lebih utama dari shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi).” Ummu Humaid lantas meminta dibangunkan tempat shalat di pojok kamar khusus miliknya, beliau melakukan shalat di situ hingga berjumpa dengan Allah (meninggal dunia, pen.) (HR. Ahmad, 6: 371. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Namun jika wanita ingin melaksanakan shalat berjama’ah di masjid selama memperhatikan aturan seperti menutupi aurat dan tidak memakai harum-haruman, maka janganlah dilarang. Dari Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar bahwasanya ‘Abdullah bin ‘Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا

“Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.” (HR. Muslim, no. 442).

Ada tiga syarat yang mesti dipenuhi ketika seorang wanita ingin shalat berjamaah di masjid: (1) menutup aurat, (2) tidak memakai minyak wangi, (3) harus mendapatkan izin suami. Demikian dinyatakan oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 3457.

Dari Abu Musa Al-Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5126; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 413. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Maksudnya wanita semacam itu akan membangkitkan syahwat pria yang mencium bau wanginya. (Lihat Tuhfah Al-Ahwadzi, 8: 74)

 

Apakah jika wanita ikut shalat berjama’ah di masjid akan mendapatkan pahala 27 derajat?

Al-Hafizh Ibnu Rajab dalam Fath Al-Bari (4: 34) menyatakan bahwa hadits shalat laki-laki dengan berjamaah akan dilipatgandakan menunjukkan bahwa shalat  wanita tidak dilipatgandakan ketika dilakukan secara berjamaah. Karena shalat wanita di rumahnya lebih baik dan lebih afdhal.

Dalam Fath Al-Bari (2: 147), Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menjelaskan tentang hadits “laki-laki yang terkait hatinya dengan masjid” menunjukkan bahwa pahala shalat di masjid 27 derajat hanya ditujukan pada laki-laki karena shalat wanita tetap lebih baik di rumahnya dibanding masjid.



Sumber https://rumaysho.com/15669-shalat-wanita-di-masjid-ternyata-kalah-utama-dengan-shalat-wanita-di-rumahnya.html

Sabtu, 27 Agustus 2022

Pencarian Kata dalam Al-Qur'an


Alfanous (yang berarti Lentera) adalah sebuah perangkat penelusuran ayat Al Qur’an yang maju lagi canggih. Tidak hanya sekedar menawarkan kecepatan dan ketelitian dalam pencarian teks dari sebuah ayat. Akan tetapi sekaligus memaparkan berbagai detail informasi yang berkenaan dengan kata yang dicari dan keterkaitannya dengan ayat lainnya.

Alfanous adalam mesin penelusuran ayat Al-Qur’an. Tahun 2012 Alfanous memenangi Algeria Web Awards kategori religion. Dan pada Mei 2013 meraih predikat The Best Religious website dalam Algeria Web Awards 2013.

Alfanous adalah Search Engine , mesin penelusur yang mengedepankan kecepatan, ketelitian dan kestabilan, bukan hanya sekedar perangkat pencari ayat Al-Qur’an.

berikut ini link nya

https://pondokpesantrendigital.blogspot.com/p/pencarian-kata-dalam-al-quran.html 


Kamis, 23 Juni 2022

translate indonesia arab online


Bahasa arab merupakan bahasa utama bagi Umat Muslim, dan merupakan bahasa Al-Qur'an yang tentu wajib kita pahami artinya.

Untuk memahami bahasa arab banyak cara yaitu dengan belajar melalui Kursus, belajar di pesantren atau pun otodidak, namun di zaman sekarang belajar bahasa dapat dilakukan dengan menterjemahkan langsung kata atau kalimat dengan translator.

Berikut adalah translate indonesia arab online yang dapat di terjemahkan per kata atau kalimat dengan tingkat akurasi yang tinggi dengan penerjemahan kalimat arab dan suara.

ini link nya  https://tradukka.com/translate/id/ar/?hl=id

Rabu, 13 April 2022

Dalil Sholat 5 waktu

 


Allah SWT berfirman dalam Alquran:

فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Maka laksanakanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (QS An-Nisa': 103)

Ini berarti bahwa kewajiban sholat lima waktu itu telah ditentukan waktu-waktunya. Lantas di ayat-ayat lain, Allah pun menerangkan waktu-waktu yang diwajibkan untuk shalat. Yaitu sebagaimana berikut:

1. Shalat Subuh disebutkan di QS An Nur: 58

2. Shalat Zuhur disebutkan di QS Al Isra' : 78

3. Shalat Asar disebutkan di QS Qaf : 39

4. Shalat Magrib disebutkan di QS Hud : 114

5. Shalat Isya disebutkan di QS An Nur: 58

Sebagaimana Abdullah bin 'Abbas ra juga pernah ditanya tentang keberadaan shalat 5 waktu di dalam Alquran.

عَنْ أَبِـي رَزِين، قَالَ: سَأَلَ نَافِع بن الْأَزْرَقِ ابْنَ عَبَّـاسٍ: هَلْ تَـجِدُ مِيْقَاتِ الصَّلَوَاتِ الْـخَمْسِ فِـي كِتَابِ اللهِ؟ قَالَ: نَعَمْ { فَسُبْحانَ اللّهِ حِينَ تُـمْسُوْنَ } اَلْـمَغْرِبَ { وَحِينَ تُصْبِحُونَ } الْفَجْرَ { وَعَشِيًّا } الْعَصْرَ { وَحِينَ تُظْهِرُونَ } الظُّهْرَ، قَالَ: وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ. 

Dari Abu Razin, dia berkata: Nafi' bin Azraq bertanya kepada Ibnu 'Abbas ra: Apakah kamu menemukan ketentuan sholat lima waktu disebutkan dalam Alquran? Beliau menjawab: 

Ya; [Maka bertasbihlah menyucikan Allah pada petang hari] sholat Magrib. [Dan pada pagi hari] sholat Subuh. [Dan pada penghujung hari] sholat Ashar. [Dan pada waktu zuhur] shalat Zhuhur (QS Ar Ruum : 17-18). Beliau membaca ayat lagi: [Dan setelah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu.] Shalat Isya. (QS An-Nuur: 58) 

Disebutkan juga dalam Riwayat lain:

عَنْ ابْنِ عَبَّـاسٍ، قَالَ: جَمَعَتْ هَاتَانِ الْآيَتَانِ مَوَاقِـيْتَ الصَّلَاةِ { فَسُبْحانَ اللّهِ حِينَ تُـمْسُونَ } قَالَ: اَلْـمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ { وَحِينَ تُصْبِحُونَ } الْفَجْرَ { وَعَشِيًّا } الْعَصْرَ { وَحِينَ تُظْهرُونَ } الظُّهْرَ

Dari Ibnu 'Abbas beliau berkata: 

Dua ayat ini, menghimpun seluruh waktu shalat wajib: [Maka bertasbihlah mensucikan Allah pada petang hari] Dia berkata: Maksudnya adalah sholat Maghrib dan Isya. [Dan pada pagi hari] sholat Subuh. [Dan pada penghujung hari] sholat Ashar. [Dan pada waktu zuhur] sholat Zuhur. (QS Ar Ruum: 17-18)

Disebutkan juga dalam hadits shahih yang menguatkan hal itu:

رَوَى طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللّهِ، قَالَ: «جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنِ الْإِسْلَامِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ، فَقَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا؟ فَقَالَ: لَا، إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ

Diriwayatkan oleh Thalhah bin Ubaidillah, dia berkata: Seseorang mendatangi Rasulullah SAW, dia bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah SAW bersabda: Sholat lima waktu sehari semalam. Pria itu bertanya: Apakah saya diwajibkan shalat selain itu? Nabi menjawab: Tidak, kecuali sekadar sunnah. 

(HR Bukhari : 2678, dan Muslim: 11)

Senin, 28 Maret 2022

Membakar rumah orang yang tidak ke masjid

 


Bagaimana menjawab pertanyaan macam ini? Gampang, saya tanya balik dan mohon dijawab : Sudah ada berapa rumah yang hangus dibakar oleh Nabi SAW gara-gara penghuninya tidak jamaah ke masjid?

100 rumah? 200 rumah? 300 rumah?

Jawabnya NOL BESAR alias tak satu pun rumah yang dibakar oleh Nabi SAW.

Kita tidak pernah baca hadits yang menceritakan bahwa tokoh munafiqin Madinah macam Ubay bin Salul ngungsi ke masjid gara-gara rumahnya kebakaran. Soalnya orang munafik itu kan cirinya males kalau disuruh shalat. Lalu rumahnya dibakar deh sama Nabi SAW. Lalu dia sekeluarga ngungsi ke masjid.

Hehehe, tidak ada kisah kayak gitu. Terlalu imaginer. Tak satu pun rumah di Madinah yang dibakar oleh Nabi SAW. Jangan keliru memahami hadits. Bisa kesasar dan salah jalan nanti.

Bahwa Nabi SAW bicara mau bakar rumah, itu memang gaya bahasa khas orang Arab. Jangan salah paham, fokus. Kan Beliau SAW juga pernah mau wajibkan siwak kepada umatnya setiap kali shalat. Tapi tidak jadi kan? Karena memberatkan.

Malah Nabi SAW larang kita lewat depan orang shalat, mendingan nunggu orang itu selesai shalat meski nunggunya sampai 40 tahun.

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنَ الإِْثْمِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ

Andaikan seseorang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat. (HR. Al Bukhari Muslim)

Hehe shalat apa kok sampai kudu ditungguin 40 tahun lamanya? Lha emangnya dia gak shalat 5 waktu?

Yang satu tema dengan hadits itu malah lebih parah. Kalau yang mau lewat tetap nekat juga, Nabi SAW malah suruh kita bunuh atau memeranginya

فأرادَ أحَدٌ أنْ يَجتازَ بين يديْهِ، فليدفَعْهُ، فإنْ أبى فَليُقاتِلهُ، فإنما هو شيطانٌ

Kalau ada seseorang yang mencoba lewat di depannya, maka cegahlah. Jika ia enggan dicegah maka perangilah dia, karena sesungguhnya ia adalah setan” (HR. Al Bukhari Muslim)

Orang lugu bisa saja keliru. Gara-gara kebelet ingin jalankan hadits itu, maka tiap mau ke masjid selalu bawa golok. Ya, cuma jaga-jaga aja. Siapa tahu pas lagi shalat ada orang yang nekat mau melewati, kan tinggal bacok doang. Gak usah repot cari golok maksudnya.

Kasihan banget tuh orang yang jadi korbannya. Bener sih rumahnya selamet gak dibakar. Kan dia jamaah ke masjid. Eh, pas mau pulang, lehernya kena bacok gara-gara melewati orang shalat.

Gile lu Ndro

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA


Kamis, 23 Desember 2021

Makna Pahala 27 derajat bagi shalat berjamaah

 


Ibnu Hajar al-Asqalani mengungkapkan ada 27 keutamaan shalat berjamaah dibanding dengan shalat sendirian yaitu:

Pertama; orang yang melakukan shalat berjamaah telah menjawab panggilan azan dengan niat melakukan shalat berjamaah.

Kedua; bagi orang yang melakukan shalat berjamaah.Ia akan segera mengerjakan shalat diawal waktu.

Ketiga; berjalan dengan tenang menuju masjid.Tidak tergesak-gesak, karena perbuatan tergesak-gesak adalah perbuatan syaithan.

Keempat; saat memasuki masjid  didahului dengan do’a.

Kelima; setelah masuk masjid, melakukan shalat sunnat tahiyatul masjid;

Keenam; menunggu tibanya waktu shalat berjamaah sambil beriktikaf di masjid.

Ketujuh; para malaikat bershalawat dan memintakan ampun bagi orang yang shalat berjamaah.

Kedelapan; para malaikat menjadi saksi baginya.

Kesembilan; menjawab panggilan iqamat.

Kesepuluh; selamat dari godaan syaithan saat berangkat menuju panggilan iqamat.

Kesebelas;menunggu takbiratul ihram imam, yaitu menunggu datangnya imam atau langsung shalat bersama dalam gerakan yang ia dapatkan.

Keduabelas; mendapatkan takbiratul ihramnya imam.

Ketigabelas; meluruskan dan merapatkan shaf yang renggang atau shaf yang kosong.

Keempatbelas; menjawab ucapan imam setelah imam membaca “ sami’allahu liman hamidah”

Kelimabelas; terbebas dari sifat lupa yang biasanya sering dialami oleh seseorang dan mengingatkan imam bila ia lupa dengan cara membaca tasbih atau langsung memberitahukannya.

Keenambelas; mendapatkan kekhusukan dan selamat darilahwun atau segala yang sia-sia belaka yang sering terjadi.

Ketujuhbelas;memperbaiki kebersihan dan penampilan diri.

Kedelapanbelas; mendapat naungan para malaikat;

Kesembilanbelas; latihan untukmembaguskan bacaan al Qur’an serta mempelajari rukun-rukun dan pembagiannya.

Keduapuluh; menampakkan syiar-syiar Islam.

Keduapuluh satu; membuat syaithan marah, dengan berkumpulnya untuk melakukan shalat berjamaah dan saling tolong menolong dalam berbuat ketaatan serta membangkitkan semangat bagi orang-orang yang malas.

Keduapuluh dua; selamat dari sifat kemunafikan dan su’uzh-zhan atau tudingan buruk  orang lain terhadap dirinya bahwa ia adalah orang yang meninggalkan shalat.

Keduapuluh tiga; menjawab salam imam.

Keduapuluh empat; mendapatkan banyak manfaat dengan berkumpulnya mereka untuk berdo’a dan berdzikir serta orang yang kurang akan memperoleh berkah yang sempurna.

Keduapuluh lima; digerakkannya norma-norma persatuan diantara para tetangga dan terwujudnya sikap saling menepati janji antara mereka di waktu-waktu shalat.

Keduapuluh enam; diam saat imam membaca al Qur’an sekaligus mendengarkannya dengan seksama.

Keduapuluh tujuh; mengucapkan kata Amin di waktu imam mengucapkannya agar bisa bersamaan dengan aminnya para malaikat.

Dari uraian di atas, betapa banyaknya keutamaan yang diraih oleh orang yang melaksanakan shalat dengan berjamaah.Akan terasa rugi bila kesempatan itu dilewatkan. Mushalla telah tersedia dimana-mana,  di kantor, di pasar, di restoran, di SPBU  dan di tempat-tempat yang  banyak dikunjungi orang. Begitu pula masjid sudah banyak dibangun dengan megah sehingga membuat jamaahnya lebih tenang dan khusyu’.  Semoga dengan sarana yang sudah cukup itu,  kita semua termotivasi untuk melakukan shalat berjamaah  dan semoga Allah Swt selalu meridhai kita semua, amin.

Sumber : https://pa-tenggarong.go.id/berita-seputar-peradilan/374-artikel-shalat-berjamaah-mendapat-27-derajat-16-ramadhan-1440-h-21-5-2019-m

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontak Tlp. / WhatsApp :

08515 844 8453
(( Menu Halaman )) - (( Qur'an )) (( Hadits ))